Selasa, 22 November 2011

MODUS-MODUS KRIMINAL PERAMPASAN MOBIL


1.Menyerempet atau menabrak dari belakang
Ini adalah modus yang paling banyak digunakan, karena dianggap sebagai cara yang paling efektif dan paling mudah dilakukan untuk memancing korban agar keluar dari mobil. Untuk memberi kesan bahwa ini adalah ketidaksengajaan, pelaku  tidak akan menabrak secara frontal, melainkan dengan cara menyerempet, atau sekedar menabrak bumpernya saja. Dengan cara ini, biasanya korban secara spontan akan keluar dari mobil dan meminta si penabrak bertanggung jawab. Pelaku kemudian akan mengajak korbannya ke tempat sepi untuk dianiaya. Setelah tidak berdaya, pelaku akan segara melarikan mobil milik korban.

2. Memotong laju kendaraan
odus ini dilakukan secara tiba-tiba dan dalam waktu yang sangat cepat. Pelaku awalnya akan mengaku sebagai polisi atau intel yang bertugas memeriksa dan akan melakukan penangkapan, hal ini dilakukan untuk memancing korban kelaur dari mobil. Jika sudah terpancing, pelaku akan menganiaya korban. Setelah tidak berdaya, maka mobil akan dirampas, dan pada beberapa kasus, pelaku tidak segan-segan membawa korban ke dalam mobil lain untuk dibuang di luar jalan tol.

3. Memberitahukan sesuatu kode
Pelaku kejahatan melakukannya dengan cara memberikan kode-kode yang umum digunakan seperti : kode ban kempes,bumper terlepas, terkadang juga kode yang tidak jelas sambil menunjuk-nunjuk ke arah mobil korban. Waspadalah, Jangan lekas percaya terhadap kode yang diberikan pengendara lain saat melaju di jalan tol. Jika ingin berhenti, jangan langsung keluar dari mobil, tunggulah hingga  ada petugas lewat, atau coba menghubungi petugas melalui telepon yang ada. 

4. Membuat keributan
Para pelaku kejahatan melaksanakan modus ini dengan cara menjatuhkan sesuatu dari mobil agar dilindas oleh mobil korban. Jika korban ternyata kabur, pelaku akan mengejar, setelah berhasil menangkap, pelaku ini akan melakukan aksi brutal. Oleh sebab itu, jangan cepat merespon atau melayani orang-orang yang berperilaku seperti itu.

5. Memasang jebakan
Waspadalah jika parkir mobil di rest area jalan tol. Pelaku kejahatan akan melakukan aksinya dengan memilih korban yang mengendarai mobil sendirian. Kemudian mereka akan memasang kaleng-kaleng bekas yang telah dirangkai, di bagian belakang mobil korban. Rangkaian kaleng ini akan diletakkan sedemikian rupa, agar tidak langsung jatuh, tetapi memerlukan beberapa saat agar posisi mobil korban sedikit menjauh dari keramaian rest area. Jika setelah keluar dari rest area tiba-tiba ada bunyi aneh dibelakang kendaraan, jangan langsung turun dalam kondisi mesin mobil masih hidup. Biasanya pada saat bersamaan ada mobil lain yang ikut berhenti dibelakang. Di mobil inilah biasanya para pelaku kejahatan bersiap-siap untuk merampas mobil korbannya.
Sumber : detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar